Langsung ke konten utama

REINKARNASI DALAM ALKITAB

Reinkarnasi dalam Alkitab Ini adalah bagian dari buku saya dengan judul "Reinkarnasi dalam ajaran Yeshua". Yeshua adalah nama ibrani dari Yesus. Perlu disadari bahwa Yesus dulu adalah seorang Rabi Yahudi, Dia bukan Imam Yunani, bukan seorang Pendeta, apalagi Ustad ya, hehehe gak nyambung. Sekali lagi Beliau itu Rabi dan sebagai seorang Rabi, Beliau juga meyakini dan mengajarkan Reinkarnasi juga. Percaya atau tidak, ya begitulah Yahudi atau agama Judaism, dari dulu sampai sekarang ini mereka meyakini Transmigrasi jiwa ini.

Jadi ajaran Reinkarnasi ini ada di dalam Akitab? Ya tentu saja. Kitab PL atau Tanakh adalah bagian dari Kanon Alkitab Kristen, namun faktanya itu awalnya adalah Kitab Yahudi. Dan karena Yahudi itu meyakini Reinkarnasi makanya ya tentu donk dari Kejadian sampai Maleaki memuat ajaran mereka ini. Yg jadi masalah adalah Kristen, mrk yang mencaplok kitab kitab Yahudi ini malah membuang ajaran pentingnya. Coba injil Kristen dikanon agama baru dan agama baru itu bilang bahwa Yesus itu bukan manusia, mau gak? Kan enggak.... Makanya ada baiknya kita mengetahui sedikit ajaran Judaism, ya sedikit saja yang penting.

Berikut ini adalah sebagian dari tulisan saya di buku itu, silahkan dicermati.



Di sini kita akan belajar Pilar Iman Kitab Suci. Ada banyak orang yang sudah membaca Alkitab beberapa kali dari Kejadian sampai Maleaki bahkan sampai wahyu namun mereka tidak pernah meyangka bahwa sebenarnya ada ajaran reinkarnasi ini. Itu memang tidak terungkap jelas. Apa yang tercatat atau tersurat sendiri tidak terlalu jelas. Namun demikian, sebagai salah satu pedoman pengajaran agama Judaism dan Nasrani, ada baiknya kita memperhatikan setiap ayat di Tanakh yang mengandung Torah[1] Reinkarnasi ini.

Reinkarnasi dalam Judaism disebut dengan istilah gilgul hanashamot. Gigul (bentuk jamaknya: gilgulim) artinya roda atau perputaran, sementara hanashamot artinya adalah jiwa-jiwa. Jadi dalam ajaran ini, manusia diyakini bisa berulang-ulang mengalami perputaran, keluar-masuk alam Bumi dengan memakai raga yang berbeda sebagai cangkang jiwanya. Rabbi Laurence menyatakan dalam video pengajarannya bahwa kita adalah jiwa-jiwa, saat kita masuk ke dalam Bumi ini, jiwa kita membutuhkan ‘jubah’. Jadi, saat jiwa kita berulang kali keluar-masuk Bumi, jiwa kita berulang-kali memakai tubuh jasmani yang berbeda.


Sekarang mari kita perhatikan beberap ayat di dalam Tanakh yang menyampaikan pesan-pesan gilgul ini:
1.      Ayub 1:21
Katanya: “Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku AKAN KEMBALI KE DALAMNYA…..

Artinya: di sini cukup jelas bahwa ada suatu siklus, jiwa itu kembali ke dalam rahim wanita lagi di kehidupannya yang berikutnya. Biasanya memang akan kembali ke rahim wanita lainnya.

2.      Ayub 33: 29-30
Seungguhnya, semuanya ini dilakukan Elohim[2] dua, tiga kali terhadap manusia; mengembalikan nyawanya dari liang kubur sehingga ia diterangi oleh cahaya hidup.

Artinya: ini menjelaskan bahwa kehidupan manusia bisa berkali-kali.

3.      Kejadian 25: 23
Sabda YHWH kepadanya: “Dua bangsa ada di dalam kandunganmu, dan dua suku bangsa akan berpencar dari dalam rahimmu; suku bangsa yang satu akan lebih kuat dari yang lain, dan anak yang tua akan menjadi hamba kepada anak yang muda.”

Penjelasannya: mengapa sejak di dalam kandungan Tuhan sudah menentukan masa depan kehidupan manusia? Bukankah itu tidak adil? Tuhan itu adil, ini bisa terjadi hanya karena masa depan Yakub dan Esau ditentukan oleh kehidupan mereka sendiri. Kehidupan sekarang ditentukan kehidupan masa lalu, dan kehidupan masa depan adalah hasil dari perbuatan manusia di masa sekarang. Jadi mengapa Yakub yang menjadi pemimpin kaum Esau? Itu karena upah yang diterimanya dari perbuatan masa lalunya.

4.      Maz 51:3
Aku sadari pelanggaranku dan dosaku sebelum kehidupan ini.

Di dalam terjemahan LAI tidak akan sejelas ini. Para pembaca ada baiknya membaca terjemahan KJV untuk hasil yang lebih baik. Para penerjemah LAI memang bukan penganut reinkarnasi makanya mereka memilih kata-kata yang malah mengaburkan ajaran reinkarnasi dari ayat ini.

5.      Kej 38: 8
Yehuda berkata kepada Onan: “hampirilah isteri kakakmu, kawinilah dia sebagai ganti kakakmu dan bangkitkanlah keturunan baginya.

Artinya: Rabbi yahudi meyakini bahwa jiwa si kakak bisa masuk lagi ke dalam Rahim isteri yang ditinggalkannya. Inilah mengapa pernikahan ipar ini penting di dalam budaya Judaism.

6.      Ul 25:5-10
Apabila orang-orang bersaudara tinggal bersama dan seorang dari mereka mati dengan tidak meninggalkan anak laki-laki, maka janganlah isteri yang mati itu kawin dengan orang di luar lingkungan keluarganya, saudara suaminyalah yang harus menghapiri dia untuk dijadikan isteri dengan melakukan perkawinan ipar (Yibum). Maka anak sulung yang akan dilahirkan perempuan itu haruslah dianggap sebagai anak saudara yang sudah mati itu. Dan di antara orang Israel namanya haruslah disebut: Kamus yang kasutnya ditanggalkan orang.

Artinya: Ini menjelaskan ayat sebelumnya, yaitu tentang Pernikahan Yibum, atau ipar ini telah menjadi tradisi sebelum adanya Perjanjian Sinai. Di masa Yehuda (Kej 38:8), hal ini sudah dilakukan kemudian diteruskan ke masa Musa setelah keluar dari Mesir. Anak hasil pernikahan Yibum diyakini sebagai reinkarnasi dari suami yang telah wafat itu.

7.      Mal 4:5-6
Sesungguhnya, Aku akan mengutus Nabi Elia kepadamu menjelang datangnya Hari YHWH yang besar dan dasyat itu. Maka ia akan membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya….

Artinya: Ini adalah nubuatan bahwa YHWH mengutus kembali roh Elia untuk ber-reinkarnasi kembali ke Bumi. Inilah mengapa semua Yahudi menanti-nantikan reinkarnasi Elia. Kedatangan Elia ini adalah tanda kehadiran Sang Mshikha.

8.      Yes 40:3
Persiapkanlah di padang gurun jalan untuk YHWH, luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Alaha kita.

Artinya: Ini adalah nubuatan dari Nabi Yesaya yang dipertegas oleh Nabi Maleaki tentang kedatangan seseorang yang mendahului kedatangan YHWH. Nubuatan ini digenapi dengan kehadiran Yohanes Pembaptis, baca Mat 3:3. Namun tentunya masih banyak umat Yahudi yang menolak penggenapan ini dan masih menunggu pengenapannya sekarang.

9.      Peng 1:9
Apa yang pernah ada akan ada lagi, dan apa yang pernah diperbuat akan dibuat lagi, tidak ada sesuatu yang baru di bawah Matahari.

Artinya: Ada pengulangan kehidupan manusia. Manusia akan melakukan hal yang sama seperti yang pernah dilakukan di kehidupan lalunya, melakukan kesalahan dan melakukan kebaikan.

Yohanes Pembaptis adalah reinkarnasi dari Elia
Di sini kita akan kembali belajar Pilar Iman Kitab Suci, kali ini dari kitab Injil kanonik sebagai ayat yg menjelaskan pengenapan ayat di Tanakh. Tidak banyak yang mengetahui bahwa reinkarnasi Nabi Elia (Eliyahu) itu adalah tanda dari kedatangan Mesias. Semua umat Yahudi menantikan Mesias sejak sebelum kelahiran Yeshua. Dan sebagai tandanya adalah turunnya Elia. Perhatikan nubuatannya berikut ini:
Yes 40:3 Ada suara yang berseru-seru: “Persiapkanlah di padang gurun jalan bagi YHWH, luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Alaha kita!”
Mal 4:5 Sesungguhnya Aku akan mengutus nabi Elia kepadamu menjelang hari YHWH yang besar dan dasyat itu.
Banyak rohaniawan Kristen modern yang memberikan pendapat pada saya bahwa kedua ayat di atas itu bukanlah tentang reinkarnasi Elia, itu hanya nubuatan bahwa Tuhan akan mengutus seseorang dengan kuasa seperti Elia. Itu ajaran yang bias. Reinkarnasi Elia ini ditunggu-tunggu sebelum kedatangan Yeshua. Semua orang Yahudi menantikan reinkarnasinya. Bahkan sampai sekarangpun, Yahudi yang mewarisi ajaran Farisi terus menantikannya. Tanpa ada reinkarnasi dari Elia, maka tidak akan ada Mesias.
Lalu siapa reinkarnasi Elia di Perjanjian Baru ini? Menurut apa yang dikatakan oleh Maran[3] Yeshua sendiri adalah Yohanes Pembaptis. Perhatikan beberapa pernyataan-Nya yang tersurat (bukan tersirat) di bawah ini:
Mat 11:12-14 Sejak tampilnya Yohanes Pembaptis hingga sekarang, Kerajaan Sorga diserong dan orang yang menyerongnya mencoba menguasainya. Sebab semua nabi dan kitab Torah bernubuat hingga tampilnya Yohanes. Dan –jika kamu mau menerimanya-ialah Elia yang akan datang itu.
Mat 17: 11-13 Jawab Yeshua: “Memang Elia akan datang dan memulihkan segala sesuatu dan Aku berkata kepadamu: Elia sudah datang, namun orang tidak mengenalnya, dan memperlakukannya menurut kehendak mereka. Demikian juga Anak Manusia akan menderita oleh mereka. Pada waktu itu mengertilah para murid Yeshua bahwa Dia berbicara tentang Yohanes Pembaptis.  
Luk 7:27 Karena tentang dia ada tertulis: Lihatlah, Aku memerintahkan utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan-Mu di hadapan-Mu.
Penulis 4 Injil, Mar Markus, Mar Mattai, Mar Luqas, dan Mar Yukhnan dengan kompak menyatakan bahwa memang nubuatan Yes 40:3 itu tergenapi dalam diri Yohanes Pembaptis. Mereka mencatatnya di Mat 3:3, Mar 1:3, Luk 3:4, dan Yoh 1:23. Keempat penulis sampai menceritakan ini artinya bahwa pesan reinkarnasi Elia ini sangat penting di mata Yahudi. Jadi apakah Yeshua itu salah menujukkan orang? Apakah Yeshua salah berkata-kata bahwa Yohanes adalah Elia? Tentu saja tidak. Dia tidak salah. Sama seperti Rabbi Yahudi lainnya, Maran juga mengajarkan bahwa gilgulim itu ada. Jadi, tanpa reinkarnasi Elia tidak akan ada kedatangan Mesias. Tanpa reinkarnasi Elia maka tidak aka nada karya salib, tidak akan ada kematian serta kebangkitan Sang Mesias. Di sinilah kita semua memahami bahwa ajaran reinkarnasi ini sangat penting.

Perlu dipahami juga bahwa masyarakat Yahudi saat itu memang meyakini reinkarnasi, coba perhatikan perkataan para murid saat Yeshua bertanya siapakah Diri-Nya itu. Mari cek ayatnya berikut ini.
Mat 16:13 Setelah Yeshua tiba di daerah Kaisarea Filipi, Dia bertanya kepada para murid: “Kata orang siapakah Anak Manusia itu?” Jawab mereka: “Ada yang mengatakan Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan Eliyahu, dan ada pula yang mengatakan Yeremiyah atau salah seorang dari para Nabi.”
Nah sekarang perhatikan nama-nama yang disebut oleh para murid, Elia, Yeremia, dan para Nabi. Mereka semua itu sudah tidak ada, Elia sudah naik ke langit dan lainnya sudah mati. Ini artinya adalah mereka meyakini bahwa ada jiwa yang hidup di masa Perjanjian Lama lalu kembali lagi di masa PB ini. Kendati jawaban mereka itu salah, namun itu menandakan bahwa ajaran reinkarnasi sudah diterima secara umum.
Untuk lebih jauh mendalami ajaran reinkarnasi dalam Yeshua, silahkan download saja ya buku kami di sini. Klik ini

Shlama!


[1] Torah artinya adalah pengajaran, banyak disalahpahami dengan mengartikannya ‘Hukum Taurat’.
[2] Elohim adalah kata Ibrani yang artinya adalah Tuhan. Namun dalam ajaran Judaism kata ini merupakan salah satu nama Tuhan. Mereka mengenal sampai 72 nama bagi sosok sesembahan mereka.
[3] Maran adalah kata Aramaik untuk ‘Adonai’ dalam Ibrani atau ‘Tuan’ dalam bahasa Indonesia. Kata ini bisa ditujukan kepada manusia, biasanya para Uskup juga disebut Maran (disingkat: Mar). Jika ditujukan kepada Yeshua, makna kata ini bisa berarti ‘Tuhan’ juga.

Komentar

Posting Komentar